Solidaritas Kemanusiaan, Mahasiswa IIB Darmajaya Bantu Korban Konflik Wamena

3,346 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BANDAR LAMPUNG (Lampungklik.com): Mahasiswa yang tergabung dalam UKM Artala dan Korps Sukarela PMI Unit Darmajaya menggalang dana peduli kemanusiaan untuk korban konflik Wamena, Papua, Senin (30/9/2019), di kampus biru tersebut. Rektor IIB Darmajaya Ir. H. Firmansyah Yunialfi Alfian, MBA., M.Sc., mengatakan penggalangan dana mahasiswa Darmajaya merupakan bentuk rasa empati terhadap warga terdampak konflik kemanusiaan di Wamena, Papua.

Firmansyah berharap aksi solidaritas itu bisa menjadi langkah muahasabah diri dan bersyukur. Selain itu menjadi cara untuk memberikan edukasi kepedulian terhadap seluruh sivitas akademika. “Semoga berbagi ini bisa membuat kita menjadi hamba yang bersyukur, selain itu bisa membantu meringankan beban saudara-saudara di sana,” kata Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Lampung itu.

Sementara, Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengapresiasi aksi solidaritas yang dilakukan mahasiswa IIB Darmajaya. Menurutnya, akibat tragedi kemanusiaan itu, puluhan orang meninggal dan tak kurang 10.000 warga yang terdampak konflik sangat membutuhkan bantuan. “Bantuan dapat berupa santunan langsung kepada keluarga yang ditinggalkan, layanan kesehatan, paket pangan dan lainn sebagainya,” kata dia.

Di Lampung sendiri, kata Dian Eka, sudah berdiri posko Crisis Center seperti yang didirikan di Padang dan Makassar. Crisis Center akan memberikan informasi kepada publik tentang data dan situasi terkini dari Papua secara akurat. “Seluruh lapisan masyarakat dapat mengunjungi dan mendapatkan informasi terkini tentang Wamena. Data-data yang crisis center ACT terima berasal dari tim yang berada di Papua saat ini.”

Aksi yang sudah dilakukan ACT lainnya, kata dia, adalah penyerahan santunan kepada korban meninggal dunia. Keluarga Muhammad Iswan dan keluarga Linda yang tinggal di Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendapatkan santunan melalui ACT Sumbar. “Ketika semua elemen masyarakat bergerak untuk membantu, sesungguhnya kita sedang mengirim semangat untuk mereka, semoga kondisi pengungsi segera pulih kembali,” kata Dian. (**/KLIK1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *