Peserta Academic Visit Kunjungi Hatyai, Nikmatnya Sup Sarang Burung Walet, Lihat Keseruannya Guy's - Lampung Klik

Peserta Academic Visit Kunjungi Hatyai, Nikmatnya Sup Sarang Burung Walet, Lihat Keseruannya Guy’s

4,407 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

MALAYSIA (lampungklik.com): Setelah beberapa hari menjalani perkuliahan dalam kelas, peserta Academic Visit mengunjungi Hatyai salah satu kota wisata di Thailand perbatasan dengan Malaysia Jumat (19/4/2019).

Dari asrama Universiti Utara Malaysia (UUM) pukul 07.00 pagi waktu setempat, dengan perjalanan darat, rombongan menuju Hatyai menggunakan dua bus.

Kurang lebih 40 menit perjalanan mereka tiba di perbatasan di Negeri Jiran dan Negeri Gajah Putih. Rombongan menuju Kota Hatyai yang berada di Provinsi Songkhla, Thailand Selatan dengan perjalanan sekitar sejam.

Tiba di Kota Hatyai salah satu kota wisata ini, peserta academic visit mengunjungi Nora Plaza yang banyak menjual grosir pakaian dan kain. Tak ketinggalan mahasiswa kampus biru di bus pertama juga menyempatkan untuk mencoba salah satu makanan yakni sup sarang burung walet.

“Enak seperti cendol,” ujar Sherli Trisnawati, S.Kom., pendamping peserta academic visit IIB Darmajaya Sabtu (19/4/2019).

Yosianus Antonio, mahasiswa IIB Darmajaya yang ikut dalam rombongan mengatakan sup sarang burung walet sangat enak. “Enak, manis, adem seger rasanya. Di Indonesia pada dijual jadi agar-agar semua tidak dibuat sup seperti ini. Burung walet di sini banyak diolah sendiri,” kata dia.

Yosi–biasa disapa–mengaku mendapatkan teman baru ketika menikmati sup sarang burung walet. “Di tempat minum sarang walet dapet teman,” kata dia.

Bus pertama pun menyempatkan untuk mengunjungi Temple yang memiliki banyak patung Budha. Mahasiswa pun tak lupa mengabadikan momen bersama di Temple.

Di lokasi terpisah, kejadian tak terduga dialami Errig Nandha Setiawan dkk. Saat mereka mengunjungi Songkhla Beach, Errig mengabadikan gambar bersama dengan keempat rekannya di lokasi.

Mereka sempat terkaget ketika mengajak salah satu pengunjung untuk berfoto bersama. “Geli benar, cantik-cantik mau kita ajakin foto. Kita berempat, kok tiba-tiba ngomong suaranya laki-laki. Habis itu ya langsung pergi,” kata dia sembari tertawa.

Diketahui, Thailand adalah salah satu negara yang memiliki fenomena transgender yang tinggi. Dan kebiasaan ini di Thailand bukan sesuatu yang tabu. Pengenalan Budaya ekstrim di negara lain seperti ini menjadi bahan pembelajaran juga untuk mahasiswa IIB Darmajaya. Apalagi di Indonesia, ini adalah sesuatu yang tabu.

Usai dari Songkhla Beach, ia pun bersama rombongan bus kedua mengunjungi Masjid Songkhla untuk beribadah. “Kita dari Songkhla Beach lalu ke masjid Songkhla untuk shalat langsung menuju ke Floating Market,” tuturnya.

Rombongan pun bertemu di Klonghae Floating Market sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Pasar terapung ini juga tempat berkumpulnya pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangannya dengan perahu.

Adapun barang dagangan menjadi sasaran pengunjung suvenir khas Thailand. Usai puas berkeliling di Floating Market, rombongan pun kembali ke asrama UUM. (**/KLIK1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *