Semnas Teknologi Industri 4.0 Darmajaya, Lampung Potensi Bisnis Digital

4,228 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BANDAR LAMPUNG (lampungkilik.com): Provinsi Lampung menjadi potensi bisnis digital efek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Hal itu dikatakan Ibnu Sina Wardi, Founder GITS Indonesia, Google Developer Expert, dalam Seminar Nasional (Semnas) Teknologi Industri 4.0 Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya di Gedung Alfian Husin, Aula Rektorat  lantai III, Kamis (18/4/2019).

Ibnu mengatakan pembangunan jalan tol di Lampung membuat bisnis akan berkembang terutama digital. “Akses yang mudah untuk menghilangkan penat dari Ibu Kota untuk berlibur menjadi lebih dekat mencari daerah yang belum padat. Saya biasanya memilih Bandung tapi kemacetan yang bisa enam jam dari Jakarta menjadi Lampung sebagai alternatif yang enam jam tanpa kemacetan,” kata dia.

Menurutnya, program Google Developer Expert yang dinaungi Google untuk memberikan ilmu kepada anak-anak muda menjadikan dirinya dapat membuat aplikasi. “Kalau mahasiswa ingin membuka perusahaan saat masih kuliah karena tekanannya tidak banyak. Itulah waktu yang tepat. Dulu saya bersama dengan teman-teman membuka perusahaan,” kata dia.

Ibun–biasa dia disapa–menerangkan dengan membuatkan aplikasi sederhana yang cuma satu halaman dapat berpenghasilan sejuta rupiah sehari. “Saya buat aplikasi satu halaman bisa menghasilkan satu juta rupiah per hari. Itu pasive income. Jadi sebulan bisa Rp30 juta. Sehingga, saat inilah di Lampung bisa membuat jasa aplikasi karena akses untuk bisnis di sini terbuka. Jalan tol sudah jadi dan pengusaha akan mulai mengembangkan platform bisnisnya ke digital,” jelasnya.

Ibun menambahkan dalam membuat aplikasi juga tidak membutuhkan modal. “Membuat aplikasi juga tidak butuh modal karena hanya menggunakan komputer. Itu bisa digunakan sendiri. Dulu saya hanya menggunakan laptop dan komputer lab kampus,” kata pria yang bulan depan akan mengunjungi kantor Google di Silikon Valley ini.

Hal senada juga dikatakan pembicara lainnya, Andrew Kurniadi. Dia mengatakan hampir semua di ruang lingkup kehidupan masyarakat terkoneksi oleh internet. “Modern android development bagian dari membuat aplikasi saat ini beruntung. Karena sekarang sudah banyak resources dalam memandu Anda untuk sebuah aplikasi,” ungkapnya.

Ia pun bercerita awal mula dirinya membuat aplikasi di Android yang masih minim resources seperti sekarang. “Sekarang sudah banyak resources dan Kak Ibun (Ibnu Sina) bisa membantunya,” tuturnya.

Andrew menuturkan kini sudah terdapat dua bahasa pemrograman dalam Mobile Android Developer. “Ada dua program yang digunakan dalam membuat aplikasi di android. Java dan Kotlin, mungkin banyak yang tidak tahu karena baru tahun lalu Kotlin diresmikan oleh google sebagai support dalam android,” ujarnya.

Founder and CEO Lumio.id Google Developer Expert ini juga menjelaskan dengan membuat aplikasi membuat dirinya memiliki penghasilan. “Dunia digital semakin berkembang. Jadi, kalian harus bisa ikut dalam perkembangannya. Anak-anak muda Lampung bisa menjadi Developer di Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi IIB Darmajaya, Ronaldo mengatakan Seminar Nasional Teknologi Industri merupakan bagian dari rangkaian Karnaval IT Season 8. “Ini sudah yang kedelapan kali dilakukan (Karnaval IT). Sesuai dengan perkembangan teknologi diharapkan dapat menambah khasanah ilmu kepada peserta terutama dengan dunia digital saat ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, seminar nasional Teknologi Industri 4.0 menghadirkan pembicara Plt. Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo Nizam Waham, M.M., Ibnu Sina Wardi (Founder GITS Indonesia), dan Andrew Kurniadi (Founder and CEO Lumio.id). Karnaval IT akan berlangsung hingga 27 April 2019. (**/KLIK1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *