Hanya Bisa Tertunduk Lesu, Oknum PNS Way Kanan yang Terjerat Kasus Narkoba Ini Jalani Sidang Dakwaan

528 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BANDAR LAMPUNG (Lampungklik.com) – Juma Hardi alias Gusti (36) seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) disalah satu dinas di Kabupaten Way Kanan tertunduk lesu di depan Jaksa Penuntut Umum (JPU) lantaran menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Senin (22/10/2018), terkait kasus yang menjeratnya yaitu sebagai peredar narkotika ditempat hiburan malam di Bandarlampung.

Warga Jalan Purnawirawan I, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langapura, Kota Bandarlampung, ini terbukti menjadi pemasok narkotika jenis pil ekstasi 100 butir di sebuah tempat hiburan malam New Wijaya Kusuma. Akibatnya ia harus diamankan oleh petugas Denpom II/3 dan Polresta Bandarlampung pada Kamis (30/8).

JPU Dwianta Heinaman mengatakan, terdakwa telah terbukti melakukan pengedarana barang haram tersebut. “Dan terdakwa diancam dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika,” ungkap JPU.

Untuk diketahui terang JPU, terdakwa melakukan perbuatan tersebut juga dibantu oleh dua orang oknum TNI AD yaitu Serda HD dan Serda CM serta juga Handi seorang yang bekerja di tempat hiburan malam.

“Terdakwa kenal dengan dua anggota TNI AD itu secara tidak sengaja. Saat kenalan itu terdakwa mengaku adalah anggota Marinir yang berpangkat Letkol yang bertugas di Badan Intelijen Negara,” kata JPU.

Menurut JPU, terdakwa ini telah tiga kali menjual pil ekstasi di tempat hiburan tersebut. “Dari pertama kali menjual, terdakwa ini hanya menjual 50 butir pil ekstasi. Dan Serda HD bersama Serda CM menyetorkan uang hasil jual pil ekstasi tersebut sebesar Rp.10 juta, sementara total penjualan yakni Rp.12,500 juta, Rp.2,500 juta dibagi oleh Serda HD dan Serda CM yang saat ini tengah menjalani peradilan militer,” tuturnya.

Sementara itu, Majelis Hakim Ketua Ismail Hidayat menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda saksi. “Untuk ini sidang kita tunda pekan depan, dengan agenda mendengarkan para saksi-saksi,” tandasnya. (**/KLIK2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *